Monday, March 26, 2012

#NoComplaintWeek #1

Apa sih ini?

#NoComplaintWeek ini adalah semacam project yang awalnya saya baca dari twitter @newsplatter dan blognya yang juga dengan judul yang sama. Definisi #NoComplaintWeek ini yaitu "Selama seminggu, saya akan komitmen untuk TIDAK MENGELUH tentang apapun".

Mengeluh itu mudah, sabar dan bersyukur dengan kondisi kita itu yang sulit. Ketika sesuatu terjadi tidak sesuai harapan, kita mulai mengeluh. Kemudian biasanya menuliskannya di twitter, sekedar katarsis atau apapun itu, tapi dibaca oleh follower yang akhirnya memberikan vibrasi negatif. Menahan keluhan untuk tidak meng-update-kannya di twitter mungkin mudah, tapi sebenarnya sumber keluhan itu dari hati. Bagaimana otak harus mengingatkan hati untuk menetralisir segala yang buruk, itu susah sih tapi bukan berarti gak bisa dicoba kan? :) 

Seberapa sering kita mengeluh "CAPEK" dalam seminggu? Capek dalam kategori apapun, capek fisik, capek hati, capek pikiran, pasti sering, paling tidak pernah. "Aku capek kayak gini mulu, capek sama semuanya" lalu seseorang berkata "Jangan bilang capek, semua orang capek, bukan kamu doang" #jleb. Nah begitu membaca project ini, saya pikir kenapa tidak dicoba?

Hari ini hari ke-8 atau sudah memasuki #NoComplaintWeek #2. Minggu pertama berjalan, sulit! Rasanya tidak bisa mengontrol hati dan pikiran untuk tidak mengeluh, saya malah belajar untuk "menyadari" ketika saya akan atau sedang mengeluh dan menahannya untuk tidak dikatakan. Padahal sama saja ya kalau di hati tetap mengeluh, ya namanya juga baru #rasionalisasi

Hari senin 19 Maret 2012 kemarin menjadi hari pertama dari project #NoComplaintWeek dan hari itu saya harus berhadapan dengan sekitar 1300 data psikotest untuk dikoreksi bersama dengan teman-teman #ngelapkeringet. Janjian di rumah dosen jam 8, saya minta dijemput oleh teman. Akan tetapi teman saya terlambat menjemput, saya yang sudah siap harus menunggu sekitar satu jam #ngelusdada. Sesampainya di rumah dosen, semua teman sudah mulai mengoreksi. Setiap anak mendapat 52 bandel lembar jawaban yang terdiri dari 6 subtes yang harus dikoreksi termasuk EPPS. Dalam pikiran saya saat itu, HARUS BISA HARUS BISA. Satu jam, dua jam, tiga jam, empat jam, ...... kadang terdengar seorang teman mengeluh karena tester tidak menjawab di lembar yang disediakan, jadi korektor harus memindahkan jawaban terlebih dahulu. Saya berdoa semoga saya tidak dapat yang seperti itu. Tapi akhirnya ikut merasakan juga, dan banyak. Sedangkan sebelah saya selalu mendapat koreksi yang EPPSnya tidak lengkap dikerjakan #pfffttttzz...

Menjelang malam, suara-suara yang keluar mulai berubah menjadi lebih negatif. Data-data yang sudah dikoreksi harus diinput dan dipastikan jumlahnya tepat. Paling sulit adalah EPPS, koreksi EPPS bisa dikatakan tepat apabila jumlahnya 210. Entah karena terlalu banyaknya koreksian dan kondisi badan serta konsentrasi yang lama-lama menurun, kelompok saya banyak yang tidak tepat 210. Jika tidak tepat 210 harus dihitung lagi. Dan itu memakan waktu lama sampai pukul 23.00 saya baru bisa kembali ke kosan. Hari itu saya berpikir, sepertinya project #NoComplaintWeek agak sulit ya ketika kita harus menjadi korektor. HAHA #rasionalisasilagi.

Hari selasa 20 Maret 2012 sebenarnya rencana saya hari itu padat, dari mulai mengurus atm ke bank, ke kampus bertemu dosen, dan kuliah. Tapi dosen saya ini luar biasa cantiknya, atau semua dosen memang luar biasa? Sepertinya kalau saya ingin bertemu dosen artinya satu hari itu harus diagendakan untuk bertemu dosen, karena menunggu dosen itu relatif. Relatif lama. Intinya harus sabar, kalau dosennya ngumpet dulu, ngeduluin ketemu mahasiswa lain, ngobrol-ngobrol dulu, terus rapat, abis rapat kalau dosennya capek ya dateng lagi besok, untung kalau gak capek masih mau nemuin. Yang jelas seharian itu nungguin dosen. Lupa komplain apa nggak, yang saya inget kesel waktu liat dosen malah ngumpet di perpus nemuin mahasiswa yang lainnya, begitu sampai ruangan yang ditemuin juga mahasiswa yang lain, yang gak ngantri. (-,-)

Hari rabu 21 Maret 2012 juga begitu, ke bank, nunggu konfirmasi atm yang lama, padahal gak lama-lama amat. Cuacanya juga lagi panas. Intinya kalau mau mengeluh terus sih banyak yang bisa dijadiin objek keluhan, dari orang lain yang gak salah apa-apa, yang sama-sama lagi ngejalanin agendanya tapi mungkin gak sinkron sama agenda kita, cuaca yang emang uda dari Tuhan diaturnya begitu mau panas atau hujan, sampai benda mati yang gak ngapa-ngapain bisa jadi tersangka atas hati yang berubah jadi gak mood. Jahat banget ya manusia?

Kalau kata temen saya "Kita gak bisa mengubah orang lain untuk sesuai sama apa yang kita mau, yang bisa kita lakuin adalah mengubah diri sendiri" Jadi mau itu seminggu, sebulan, atau setahun, kalau selama itu kita cuma bisa mengeluh atas hal-hal yang terjadi diluar harapan kita, ya gak akan ada perbaikan, gak akan berubah menjadi lebih baik juga.

Dari project #NoComplaintWeek ini saya belajar bahwa
1) Saya banyak mengeluh untuk hal-hal yang kayak tadi sudah disebutkan yang sebenarnya gak akan berubah dengan saya mengeluh. Mengeluh sama protes beda lho.
2) Saya sadar ketika ada hal-hal yang kurang sesuai, saya mulai bisa menimalisir, mengurangi, dan tidak mengeluh sama sekali. Semua bisa dikontrol selama kita sadar. Sadar bahwa kita punya kemampuan itu.
3) Mengeluh itu negatif dan menular. Gak enak kan ngeliat orang kerjaannya mengeluh doang, tapi gak bisa ngelakuin yang lebih baik. Orang lain ngeliat kita juga begitu.
4) "NoComplain" juga vibrasinya agak negatif karena otak manusia tidak bisa menerima kata "No" jadi cenderung yang diingat adalah "Complaint". Kalau begitu saya ubah sendiri jadi #GratefulWeek hihi





When we see the same blessings every day, we eventually stop noticing them.
When we stop noticing, we quit appreciating.
When we quit appreciating, we stop thanking.
When we stop thanking, we start complaining. 
(Kent Crockett).

Kalau dibalik..


When we stop complaining, we start thanking
When we start thanking, we start appreciating
When we start appreciating, we start noticing
When we start noticing, we see new blessing everyday

See you next week! :D

No comments:

Post a Comment