Sudah lebih kurang satu tahun ini nenek aku tinggal di rumah. Berawal dari kondisi sehat-sakit-sehat-dan terus berputar sampai hari ini. Tinggal bersama orang tua, khususnya yang sudah lanjut usia, buat ku sendiri ya gampang-gampang susah. Ada banyak drama, drama, dan drama seiring waktu.
![]() |
| Bukan foto eyang aku, tapi foto Mbah Kani. Tinggal sebatang kara di gubug di Desa Pujon Kidul, |
Sampai akhirnya aku mikir sendiri, "Memang sabar itu apa? Kenapa jadi gak boleh ada perasaan atau emosi? Emang cuma perempuan yang gak boleh? Kok gitu.."
Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak ata merespon stimulus.
Tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).
Ada seseorang datang menemui Nabi Muhammad SAW seraya berkata, "Wahai Rasullah, berilah aku wasiat." Maka Rasullah SAW bersabda, "Janganlah kamu marah." Beliau mengulanginya berkali dengan berkata, "Janganlah kamu marah." (HR. Bukhari 6116, Ahmad 2/362)
References :
1. Instagram account @cakbudi_ penggiat kepedulian terhadap lansia di Malang, Jatim
2. Belajar Psikologi : Pengertian Emosi
3. Islam Pos : Keistimewaan menahan amarah


