Dalam Diam
oleh Rahne Putri
"Kakak, air mata yang jatuh akan pergi kemana?"
Ia akan berubah rupa, menguap, dan terkumpul di awan, nanti ia turunkan kebahagiaan lewat hujan tawa atau hujan rasa untuk mu.
"Kakak, kemana perginya hari kemarin?"
Ia berada di salah satu laci dikepalamu.
"Kakak, aku ingin berdoa untuknya, apa dia perlu tahu?"
Doakan dia diam-diam, yang terbaik akan berbicara pada jalanmu.
"Kakak, aku lelah"
Wajar, asal kamu tidak lelah karena terlalu diam... atau berjalan mundur.
"Kakak, aku ingin menjadi bayi, mengulang semua dari awal lagi."
Setiap pagi saat kau membuka mata, sebenarnya ada celah waktu yang membuatmu terlahir kembali. Berdoalah dalam diam, lebur benci yang mendalam, maafkan apapun, lalu biarkan matamu terpejam. Esok, kau akan seringan bayi. Kini tidurlah.
Lalu aku berjalan perlahan keluar dan menutup pintu. Aku melihat keluar jendela,
Ketika malam jatuh ke mataku,
Ada keheningan yang menjadi saksi,
Bahwa dalam diam aku masih mendoakanmu
Dan dalam diam, ada seseorang juga yang mendoakanmu
No comments:
Post a Comment