Wednesday, August 8, 2012

Kesekianratusribu...

Tidak cukup lagi kata yang bisa diungkapkan untuk menggambarkan betapa otak dan hati ini lambat-laun menjadi panas bila disulut setiap hari. Tentang apapun yang datang ketika teriknya matahari atau di tengah sunyinya malam kemudian mengusik ketenangan, oleh siapapun itu saya terima dengan lapang dada. Dinding-dinding kamar mungkin saksi bisu dari semuanya, begitu juga dengan dinding-dinding pertahanan diri yang kadang goyah.

Katanya semakin dewasa seseorang, maka semakin baik pula kemampuannya untuk menempatkan perasaan dan pikiran yang rasional dalam porsi yang seimbang. Dan saya pun masuk dalam barisan orang-orang yang menjunjung tinggi kemampuan dalam mengendalikan diri, setidaknya tidak meledakkannya di tempat umum.

Kalaupun tujuan hidup sekedar tentang menyenangkan hati orang disekitar kita, berarti saya sudah jelas mengalami kegagalan besar-besaran sejak dulu. Lalu tujuan hidup macam apa yang dipegang? Kalau dengan segala kesusahan dan kesabaran yang saya alami ini bisa membuka jalan kemudahan bagi orang lain untuk mencapai cita ataupun cintanya, maka memang begitu seharusnya. Bukankah menjadi bermanfaat kepada saudara adalah hal yang baik? Kenapa orang terlalu takut dianggap lemah dan dicap terlalu baik? Pada akhirnya pun semua masalah bisa diatasi dan diselesaikan.

Ada lagi yang bilang, kamu tidak selamanya harus menjadi lilin, menerangi sekitar mu, tapi diri mu sendiri kemudian hancur lebur. Saya bilang, saya tidak takut. Saya lebih takut mengecewakan orang-orang yang menaruh harapan pada diri saya. Walaupun kadang keegoisan diperlukan, itu nomernya kesekianratusribu dari daftar yang saya punya kok.


No comments:

Post a Comment