Tuesday, October 16, 2012

Bukan sembarang review Perahu Kertas (Buram)

Semua juga pada tau ya kalau film mana pun yang diangkat dari novel biasanya gak sebagus novelnya. Ada bagain yang potong, diubah, pokonya disesuaikan gimana caranya biar bisa tayang 2 jam. Satu-satunya film yang gw tonton dan gw baca juga novelnya adalah Perahu Kertas. Gw emang gak gitu suka nonton film Indonesia, ya kalo gak karena judulnya yang uda gak banget, kalaupun bagus gak lama pasti bakal masuk tv juga. Jadi satu-satunya alasan gw nonton Perahu Kertas 1 dan 2 yaitu karena gw suka rangkaian kata-katanya Dee yang luar biasa itu.

Review ini juga bukan sembarang review, tapi review based on realita. Ya begini lah kalau cerita Kugy, Keenan dalam kehidupan nyata (kehidupan dalam pandangan gw sih, hehehe --,)

Kejar Setoran Skripsi

Ini yang lagi gw alamin banget-bangetan, walaupun gak terlalu ngejar juga sih. Mau dikejar kayak apa juga, lo ngerjain penelitian ini gak sendirian, maksudnya didampingi sama dosen pembimbing, berkaitan dengan subjek penelitian, dan sekian anak lain (temen-temen lo) yang juga lagi ngejar hal yang sama. Dan menurut gw, ketika kepentingan kita mengikutsertakan orang lain di luar diri kita, pada saat itulah batasan gerak kita menjadi jelas yaitu kepentingan pribadi orang lain tersebut. Contohnya, pada awalnya lo pasti punya target yang sangat idealis lo pengen ngerjain skripsi ini 6 bulan. "Skripsi 6 bulan!! Semangat lulus!" Yang kurang lebih begitulah tulisan-tulisan penyemangat. Nyatanya nyari subjek yang sesuai dengan penelitian lo aja lama, entah subjek yang lo cari gak ada, sedikit, atau nolak jadi subjek. Subjek lo beres, terus mulai bimbingan dengan dosen pembimbing. Menurut ngana dosen cuma ngurusin lo draft lo doang? Beliau kan juga punya tanggung jawab dan prioritas-prioritas yang udah disusun. Dan punya pemikiran yang menurut beliau sesuai untuk diterapkan di penelitian lo. Jadi yang namanya nungguin revisi, revisi, ngantri bimbingan sama anak-anak yang lain, ditunda bimbingan adalah hal yang (harus) biasa.

Naaaah keliatankan bedanya sama Kugy waktu lagi ngerjain skripsi? Meeeen apalah itu ngerjain skripsi segitu gampang dan cepetnya. Gak ada galau-galaunya, cuma kayak orang ngerjain tugas makalah mingguan. Apa jangan-jangan emang gw dan temen-temen disekitar gw doang ya? Hahaha tapi percayalah itu kenyataan yang kami hadapi satu tahun ini (iya gw curhat --,). Dan pertanyaan "uda sampe mana?" adalah pertanyaan maut. Mau tau aja apa mau tau banget?

Kenyaataan yang banyak ditemui dalam hal kejar-kejar mengejar perskripsian ini adalah fokus skripsi adalah sebagian dari janji manis di awal. Gak ada, bener-bener gak ada orang yang ngabisin waktunya, 24 jam sehari, 7 hari seminggu didedikasiin untuk skripsi. Ada aja lah pasti distraksinya, entah dari sudut dunia bagian mana ada aja masalah-masalah yang juga harus diselesain. Apalagi di cerita itu, Kugy ngerjain skripsi sebagai pelarian pikiran dia dari masalahnya sama Keenan kan? Yakinlah sepersekian detik pun dia pasti pernah mikirin kisah cinta lamanya (yang ternyata belom kelar itu). Heuheuheu --,


Cinta Lama Belom Kelar

Ganggu banget. Cara Kugy klasik banget, fokus skipsi, fokus kuliah untuk ngalihin pikiran dari masalah cinta. Berhasil? Nggak. Namanya aja pengalihan, ya cuma untuk mengalihkan, bukan menyelesaikan. Sifatnya sementara. Begitu ditemuin lagi dengan masalah yang sama atau masalah serupa, goyang lagi. 

Dan cerita yang seperti itu yang ingin lo punya? Nyiksa diri sendiri iya, nyakitin orang-orang lain juga? Huhuhuhu gak sehat, gak takut dosa ya? Mungkin ini gw nya yang lebay, atau filmnya yang drama, tapi ngebayangin kehidupan Kugy, Remi, Keenan, Luhde di realita, jangan sampe deh. Konsisten, konsisten, konsisten dong, hahahahahah *ngomong sama bantal*.

Ya sekarang nih ya, dari awal Kugy uda pacar Ojos, eh dia main-main sama laki lain. Itu aja uda salah.  Dia mengalihkannya ke Sekolah Alit, walaupun akhirnya tetep putus juga. Eh setelah putus, bukannya diselesain sama Keenan, dia malah lari dengan"fokus skripsi"- nya itu. "Sukses" berdamai dengan masa lalu, dia punya karir, punya pacar baru Remi *blushing*. Eh ketemu lagi sama Keenan main-main lagi, lagi, lagi. Karepmu opo tho mba? Jadi keliatankan siapa yang sebenernya paling labil? Mungkin kalo di kehidupan nyata, uda ditendang ke langit aja deh itu Kugy. (--,)

Mungkin kalo gw yang bikin Perahu Kertas 3, gw mau bikin Kugy kena karma gara-gara Remi, dia ditinggal Keenan karena cinta masa kecil yang belum terungkap yang tiba-tiba muncul sambil gendong anak hahahahahaha 8"))



*tolong tulisan ini jangan diambil hati ya, kan uda dibilang ini pandangan gw heuheuheu*

No comments:

Post a Comment