"Tataplah ke depan karena itu masa depan yang harus kau kejar, tataplah ke
bawah agar kau ingat untuk selalu bersyukur. Tetapi tak perlu kau lihat ke
samping mu karena tiada guna".
Apa benar demikian?
Dimana mereka yang
katanya dengan ketulusannya mau meringankan sesamanya?
Ini soal hal kecil dan mudah
tapi kita terlalu sibuk pada diri sendiri sehingga kita lupa nikmat yang tiada terkira
ketika seorang membagi ceritanya hari ini pada kita. Kita lupa pada apa yang
kita dulu sebut mendengarkan. Sekarang, masihkah? Aku yakin pasti banyak
diantara kita menyerukan "Aku ingin didengar..." atau "Tidak
bisa kah kau luangkan sedikit waktumu untuk mendengarkan ku?". Kalau kita
semua ingin didengar, lalu siapa yang akan mendengarkan?
Bagaimana menurutmu, sulitkah
mendengarkan? Menurutku, tidak. Tidak ada yang terlalu sulit untuk dilakukan
ketika kau mau melakukannya dengan tulus. Ketulusan bukan sekedar kata-kata,
bukan sesuatu yang bisa kita prediksi, kita nilai. Ada intuisi halus yang
menjadikan ketulusan sebagai perasaan terberi.
Ketika kau merasa harimu begitu buruk,
lalu seolah kau ingin berteriak, kau ingin mencaci orang-orang, kau ingin
menangis. Berhentilah disitu. Ketika kau merasa hari ini adalah hari
keberuntungan mu, seolah dewi fortuna sedang berada disisimu. Tunggu sebentar,
lihatlah lebih dahulu pada sekeliling mu, perhatikan pada yang terdekat.
Tanyakan pada seorang kakek yang sisa hidupnya bergantung pada kursi roda,
tanyakan pada seorang ibu yang seharian menunggu kabar anaknya yang sedang
jauh, tanyakan pada siapapun 'bagaimana hari mu?". Dan dengarkan
ceritanya, tataplah matanya yang berbinar ataupun berkaca-kaca, lalu rasakan
bahwa tanpa perlu diucapkan baginya, kau adalah bagian penting dari harinya.
Bahagia bukan?
Bagiku, ini bukan tentang kita membagi
suka duka kita pada orang yang kita percaya, tapi tentang orang lain yang
percaya pada kita untuk membagi suka dukanya pada kita. Dan tentang bersediakah
kita meluangkan sedikit saja dari waktu kita untuk mendengarkan orang lain?
Hari ini kita masih ada disini sudah
bukan mempertanyakan siapa yang menghargai kita, tapi bagaimana agar orang lain
merasa dihargai. Hal kecil seperti mendengarkan, memang terkesan sepele dan mudah, tapi
aku pecaya bahwa itu memberi arti sangat dalam untuk menciptakan kedamaian dan
kesejukan dihati.
“Yang menurut kita
biasa saja dan bukan apa-apa, bagi orang lain bisa
sangat berarti...”
-
Alexander Thian
*picture source and another reading about listening to others

No comments:
Post a Comment