Tuesday, October 16, 2012

Hal yang terlupakan...


"Tataplah ke depan karena itu masa depan yang harus kau kejar, tataplah ke bawah agar kau ingat untuk selalu bersyukur. Tetapi tak perlu kau lihat ke samping mu karena tiada guna"

Apa benar demikian? 
Dimana mereka yang katanya dengan ketulusannya mau meringankan sesamanya?

Ini soal hal kecil dan mudah tapi kita terlalu sibuk pada diri sendiri sehingga kita lupa nikmat yang tiada terkira ketika seorang membagi ceritanya hari ini pada kita. Kita lupa pada apa yang kita dulu sebut mendengarkan. Sekarang, masihkah? Aku yakin pasti banyak diantara kita menyerukan "Aku ingin didengar..." atau "Tidak bisa kah kau luangkan sedikit waktumu untuk mendengarkan ku?". Kalau kita semua ingin didengar, lalu siapa yang akan mendengarkan?

Bagaimana menurutmu, sulitkah mendengarkan? Menurutku, tidak. Tidak ada yang terlalu sulit untuk dilakukan ketika kau mau melakukannya dengan tulus. Ketulusan bukan sekedar kata-kata, bukan sesuatu yang bisa kita prediksi, kita nilai. Ada intuisi halus yang menjadikan ketulusan sebagai perasaan terberi.

Ketika kau merasa harimu begitu buruk, lalu seolah kau ingin berteriak, kau ingin mencaci orang-orang, kau ingin menangis. Berhentilah disitu. Ketika kau merasa hari ini adalah hari keberuntungan mu, seolah dewi fortuna sedang berada disisimu. Tunggu sebentar, lihatlah lebih dahulu pada sekeliling mu, perhatikan pada yang terdekat. Tanyakan pada seorang kakek yang sisa hidupnya bergantung pada kursi roda, tanyakan pada seorang ibu yang seharian menunggu kabar anaknya yang sedang jauh, tanyakan pada siapapun 'bagaimana hari mu?". Dan dengarkan ceritanya, tataplah matanya yang berbinar ataupun berkaca-kaca, lalu rasakan bahwa tanpa perlu diucapkan baginya, kau adalah bagian penting dari harinya. Bahagia bukan?

Bagiku, ini bukan tentang kita membagi suka duka kita pada orang yang kita percaya, tapi tentang orang lain yang percaya pada kita untuk membagi suka dukanya pada kita. Dan tentang bersediakah kita meluangkan sedikit saja dari waktu kita untuk mendengarkan orang lain?

Hari ini kita masih ada disini sudah bukan mempertanyakan siapa yang menghargai kita, tapi bagaimana agar orang lain merasa dihargai. Hal kecil seperti mendengarkan, memang terkesan sepele dan mudah, tapi aku pecaya bahwa itu memberi arti sangat dalam untuk menciptakan kedamaian dan kesejukan dihati. 

“Yang menurut kita biasa saja dan bukan apa-apa, bagi orang lain bisa sangat berarti...”
- Alexander Thian










*picture source and another reading about listening to others

No comments:

Post a Comment