I think everybody likes to go backstage, find out what people think and what they talk about and what specialised job they have (David Mamet)
Friday, November 9, 2012
Dirimu sendiri
Ketika pikiranmu terlalu kuat dan mulai beringas, sementara hatimu mulai tertutup rapat bahkan untuk dirimu sendiri, maka jadilah jiwamu menjadi mangsa bagi dirimu sendiri.
Diri sendiri adalah lawan terberat, sekalipun rasa-rasanya adalah teman terdekat. Kita mengetahui seluk beluk diri kita. Jika diri kita sendiri berubah menjadi musuh, maka habislah kita.
Kerap kali aku menjadi lawan bagi diriku. Seperti ada dua sisi yang berbeda yang sedang berdebat di dalam kepalaku yang kecil ini. Tetapi tidakkah itu sebenarnya hanya fenomena pikiran dalam menimang dan mempertimbangkan sesuatu? Sebab sebelum aku bertanya pada siapapun, aku suka bertanya dulu pada diri sendiri. Maka ketika sesuatu di dalam diriku tampak bagaikan lawan, aku ingin mengalahkannya.
Kupikir pemenang sejati ialah pemenang yang berhasil mengalahkan dirinya sendiri, yang hendak memberikan pialanya kepada sesama, demi kemuliaan Tuhan. Jadi tidak ada yang ingin aku ambil dari pertempuran di dalam diriku. Melawan diri sendiri bukanlah caraku mencari untung atau piala untuk diriku sendiri, melainkan caraku untuk menyerahkan diriku pada sesama.
Dimusuhi orang lain masih dapat dipetik sebagai pelajaran, tetapi memusuhi diri sendiri tidak mengajarkan apa-apa. Hidup kamu, kamu yang jalani, kamu yang memilih, kamu juga yang menerima konsekuensinya.
Bernard Batubara
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment