Monday, February 25, 2013

Ketika saya marah dan merasa tidak berguna


Mereka pernah bilang klo hidup lo terlihat begitu mulus, nyatanya lo hanya pandai menutupinya …


Lo pikir sesuatu yang dulu bgitu buruk, kenyataannya sekarang jauh lebih buruk dan lo berbalik berpikir bahwa yang dulu buruk itu mungkin adalah yang baik.

Lo pikir dia baik, lo pikir dia hebat, lo pikir orang seperti itulah yang harusnya lo banggakan, kenyataannya apa dia benar-benar patut menerima itu?

Lo pikir dia bisa menjadi orang yang lo andalkan setiap saat, kenyataannya lo lah yang harus lebih banyak bersabar.

Lo pikir ini berlebihan, kenyataannya inilah yang sebenarnya.

Lo pikir lo bisa menutup mata dan seolah-olah tidak tau apa-apa, kenyataannya disana pun sudah begitu abu-abu, nyaris hitam.

Lo pikir yang lo punya ini adalah sempurna, begitu ceria, begitu hangat, kenyataannya mereka pun sama seperti lo, pandai berlaga dan kesempurnaan itu hanya ciptaan lo sendiri.

Lo pikir lo bisa selalu mendengar hal-hal yang menyenangkan, kenyataannya lo malah selalu menangis dan lo pun berpikir lebih baik tidak mendengarkannya.

Lo pikir dia jahat karena membuatnya terlihat sangat buruk di depan lo, kenyataannya dia mungkin memang begitu buruk.

Lo pikir dengan lo disini lo sedikit beruntung, lo tega meninggalkan dia berada di lubang itu?

Lo pikir lo bisa berbuat sesuatu, apa? Menangis dan, sekali lagi, membiarkan dia menghadapi semuanya sendiri? Apa itu guna lo?

Lo pikir lo bisa mengubahnya, bagaimana?

Yang gw tau, lo cm bisa BERAHARAP andai lo ada disana.

(?)


*Tulisan ini saya unggah di notes Facebook pribadi pada Sabtu, 2 Mei 2009

No comments:

Post a Comment