Wednesday, February 20, 2013

Tidak mau disalahkan, lalu menyalahkan

A : Jadi kamu merasa telah mengorbankan sesuatu yang kamu anggap kebahagian mu, untuk orang lain yang  juga kamu anggap lebih pantas mendapatkannya?
B : ....
A : Dan caramu berkorban adalah memilih sesuatu yang lain yang sebenernya tidak begitu membuatmu bahagia dibanding "bahagia" yang tidak kamu pilih? Apa yang kamu katakan pada mereka?
B : ....
A : Bahwa bisa saja suatu saat orang yang kamu pilih pertama akan menjadi orang yang kamu pilih kedua, yang kedua menjadi pertama. Pada akhirnya rencana-Nya tidak pernah tertukar. Itu mudah karena memang semua sudah memilihmu dari awal.
B : ....
A : Lalu dengan orang yang menurut mu lebih pantas mendapatkan "kebahagianmu" apa kamu juga merasa telah melakukan hal yang begitu bijaksana, begitu baik? Apa kamu juga mengatakan sesuatu padanya?
B : ....
A : Bahwa setiap orang berhak bahagia dengan caranya masing-masing? Bukannya itu caramu sebagai orang yang dipilih jadi kamu lebih mempunyai kekuatan untuk mendefinisikan bahagia bagi orang lain? Apa dia saja yang selalu merasa inferior pada orang yang telah berkorban untuknya?


A : Ketika orang itu pergi, kamu bilang itu kemauannya.
B : ....
A : Tetapi ketika orang itu datang, kamu bilang aku penyebabnya?
B : ...
A : Lalu ketika aku diam saja, kamu bilang aku tidak merasa bersalah?
B : ...
A : Ketika aku lakukan sesuatu, kamu bilang aku ikut campur?
B : ...
A : Hingga akhirnya orang itu pergi lagi, kamu bilang itu karena aku atau bagaimana jadinya?


"So there's some people who feel good by making other feel bad. Or some people who feel bad because they fail making other feel bad. Or some people who don't feel anything, or probably they don't want to feel anything at all"

No comments:

Post a Comment