Monday, March 18, 2013

peduli, masih?

A  : Sekarang itu kenapa cara pandang orang menjadi lebih sempit ya soal kepedulian?

B  : Maksud mu, apatis?

A : Sekarang orang malah dibentuk untuk hidup sendiri-sendiri dan urusi urusan masing-masing saja. Kepedulian itu malah dihindari dan ditakuti.

B  : Kenapa begitu? Bukankah kepedulian itu baik?

A : Tapi kadang sesuatu yang baik belum tentu benar. Kepedulian itu lebih sering dianggap ikut campur, menjilat, ada maksud terselubung. Ada lagi istilah "kepo".

B : Siapa yang bilang begitu?

A : Aku merasa perlakuan orang-orang begitu. Aku seperti harus menahan diri sendiri untuk membiarkan orang kesusahan, menahan diri untuk berempati. Itu sulit.

B :  Kenapa merasa seperti itu?

A : Karena orang-orang mengatakannya begitu.

B : Aku pikir kamu merasa begitu, karena kepedulian mu itu ingin mendapat penerimaan orang lain dengan baik. Maka benar itu menjadi sesuatu yang salah. 

A : Kata siapa? Aku lebih sering tidak diterima dengan baik, apapun yang aku lakukan sepertinya sebaiknya tidak perlu aku lakukan saja.

B : Karena selalu mendapat penolakan itulah kamu merasa orang lain seharusnya tidak berlaku demikian, dan karena itulah yang selalu kamu lakukan terhadap orang lain. Kamu selalu "merendah" agar orang lain merasa "tinggi". Tapi orang-orang itu bukan kamu, dan kamu bukan orang-orang itu. Aku tidak tau apa yang kamu lakukan, benar ataupun salah, memang harus dua-duanya diterima dengan baik? Ingat, tugas mu hanya sampai menunjukkan kepedulian mu, kasih sayang mu dengan cara sebisa yang kamu berikan. Bagaimana orang lain menyikapinya itu bukan tugas mu. Anggap saja kamu masih salah dalam menunjukkan kepedulianmu..


#question 
kalau aku diam, apa artinya aku tidak peduli?
kenapa aku aneh ya?
kenapa orang-orang ekstrovert itu menyenangkan yah? 

:"D

No comments:

Post a Comment