Friday, May 17, 2013

Teman baru

Cerita ini adalah hutang saya di halaman beberapa waktu yang lalu.

Aku punya banyak teman, tetapi aku jelas memilih siapa yang akan menjadi teman dekat. Ini juga pesan yang pernah aku baca di suatu tempat. 
"Bertemanlah tanpa pilah-pilih. Tapi pilihlah siapa yang bisa dekat dengan mu, karena ia yang akan menjadi sumbu positif mu."
Namanya Luti. Kenal sudah hampir 5 tahun, tapi baru kenal dekat 2 bulan belakang ini. Dia bukan perempuan berbusana chiffon tipis melambai dengan jegging warna masa kini. Chiffonnya, dia ganti dengan baju tangan panjang yang tidak membentuk tubuh. Jegging warna-warni ditanggalkannya, lalu ia gunakan panjang semata kaki yang kemudian ditutup dengan kaos kaki. Rambut  hitam panjangnya tersimpan dibalik jilbabnya yang menutup hingga ke dada. Bicaranya sungguh lembut.

Suatu siang hari yang sejuk, dia memesan makanan antar. Sambil menunggu dia sedang duduk santai sembari membaca buku. Rupanya dia tidak sadar telepon genggamnya berbunyi hingga seseorang mengetuk pintu memberi tahu bahwa pesannya sudah datang. Serentak bukunya langsung diletakkan di sisi tempat tidurnya, menggambil jilbab, memakai jaket, dan memasangkan kaos kaki. Berlari menghampiri sang pengantar.

Kembali dengan membawa makanan di kantung plastik, ia mengambil kertas bekas di atas meja belajarnya. Kucing yang sedari tadi tidur di bawah kasurnya langsung mengeong lapar. Ia makan dengan lahap sebungkus nasi lele beralaskan kertas. Sementara, Luti melanjutkan membaca buku.

"Aku tidak punya banyak teman di sini, tapi masih bisa makan yang bersih. Kucing ini kasihan"

Dari dia aku belajar satu hal sederhana bahwa peduli itu bukan hanya pada manusia, tapi semua makhluk Allah. Dari dia aku melihat ketaatan seorang hamba Allah yang sungguh indah.


No comments:

Post a Comment