Thursday, March 15, 2012

Ini(kah) Yang Akan Aku Lakukan (?)

Kalau aku diberi kesempatan untuk mengajukan permintaan dan akan dikabulkan mungkin aku ingin diberi kemampuan dapat mengontrol siapa yang akan aku cintai.

"Why must fall in love with someone who doesn't love you the same way?"

"Isn't it hard enough to accept when you love someone and you're led to believe in their moment of need that they want what you want but they don't?"

"How could that there's only one person who can make you happy and sad but at the same time?"

Aku ingin dengan sombong mengatakan bahwa aku tidak akan kehilangan kontrol atas logika dan perasaan ku. Seandainya kemampuan itu benar-benar ada atau ada orang yang benar-benar mampu melakukannya, mungkin dia tidak pernah merasakan sakitnya jatuh cinta sendirian tetapi mungkin dia juga tidak pernah merasakan seperti apa mencintai dan menyayangi orang lain tanpa mengharapkan apapun.

Jatuh cinta sendirian tidak akan pernah mudah bagi siapapun dan tidak akan pernah terlihat adil. Tapi apakah kehidupan pernah terlihat adil apabila hanya dipandang dari sudut pandang kita sebagai manusia yang lemah? Apakah kemudian kehidupan juga meminta manusia untuk saling beradu unjuk kekuatan siapa yang paling kuat dalam menghadapi masalah padahal masalah yang dihadapi antar dua manusia pun tidak pernah sama?

Kalau dengan meninggalkanmu dan semua hal yang telah membawa aku sampai ke titik ini menjadikan aku terlihat kuat, maka mungkin itu akan jadi permintaan kedua ku. Tapi sungguhlah aku tidak akan memintanya. Karena kehidupan itu bukan untuk sekedar menjadi kuat, tapi menjadi lebih bijak dalam bersikap dan berkeputusan.

Aku pun bukan manusia yang tanpa rasa takut. Bahwa ini yang akan aku lakukan, tidak menjadikan ini dinilai benar dimata mereka. Mereka bilang buat apa mempertahankan yang tidak baik yang tidak pantas dipertahankan karena hanya akan berakhir dengan menyakiti diri sendiri? Bagaimana mereka tau mana yang baik dan tidak kalau mereka hanya melihat? Tidak ada manusia yang tidak memiliki rasa takut, begitu pula aku. Ketakutan itu selalu mengingatkan aku untuk lebih berhati-hati dalam banyak hal, tapi tidak mengajarkan ku untuk menjadi pengecut yang lemah. 

Hidup bukan hanya tentang aku, tetapi juga tentang kamu dan cerita mu yang membawa mu sampai ke titik ini. Tidak ada orang seperti dirimu yang tanpa alasan dan dengan sengaja akan menyakiti orang lain. Segalanya tentu telah kau pikirkan dan pertimbangkan. Jika ini hanya satu risiko kecil dari apa yang kau rasakan dan kau putuskan, maka akan ku buat kau tidak perlu menanggung risiko ini. Jika ini akan memberikan satu risiko besar bagi diri ku, biar itu menjadi bagian yang aku tanggung sendiri.

"Just because someone doesn't love you the way you want them to, doesn't mean they don't love you with all they have."

"Just because I choose to stay, doesn't mean I'm weak and I lose everything to learn. I do learn a lot"

"Easy doesn't make you grow. Easy doesn't make you think. I thank God that I know you who makes me think so much. And I'm find with that."



No comments:

Post a Comment