Saturday, March 10, 2012

Black Hawk Down

Jason Mraz bicara begini dalam lagunya I Won't Give Up

"I had to learn what I've got and what I'm not, And who I am"

Selain Mr. Mraz kita pun harus terus belajar untuk memahami banyak hal termasuk diri sendiri. Self reflection.

Seseorang meminta saya menonton film Black Hawk Dawn, sebuah film perang. Bukan hanya kekerasan dan darah yang coba ditampilkan dalam film itu, tapi pelajaran tentang hidup yang mungkin kita lewatkan.

*

Diam mungkin adalah yang terbaik dibanding bicara pada mereka yang hanya mendengar tetapi tidak memahami. Tetapi diam bukan cara yang baik jika untuk menutupi kenyataan. 

When I go home people'll ask me, "Hey Hoot, why do you do it man? What, you some kinda war junkie?" You know what I'll say? I won't say a goddamn word. Why? They won't understand. They won't understand why we do it. They won't understand that it's about the men next to you, and that's it. That's all it is. 

**

Seseorang akan selalu membutuhkan orang lain seperti dokter yang butuh dokter lain untuk mengobati dirinya atau untuk memastikan bahwa obat yang dipilihnya paling manjur untuk lukanya. Hanya kesombongan (bagi saya) ketika seseorang mengatakan saya tau cara menyembuhkan luka ini sendiri atau saya bukan orang yang suka ditolong bukan orang yang butuh bantuan. Apalah seorang manusia biasa yang merasa sanggup hidup sendiri, lalu dengan lantang menolak orang yang baru saja menunjukkan sedikit empatinya. Apalah seorang manusia yang sesulit itu untuk menghargai sedikit saja orang lain, walaupun orang lain tersebut tidak memintanya, karena menolong sebenarnya adalah sebuah kebutuhan dari hati nurani setiap insan manusia, bukan tuntutan sosial.

***

Bahwa pada akhirnya seburuk apapun kondisi kita saat ini, kita lah yang harus lari berusaha menyelamatkan diri. Bukan menggantungkan harapan pada orang lain. You have to stand on your feet and run to save your own life. Tetapi hal itu bukan alasan bagi siapapun untuk, paling tidak, mengutarakan 'terima kasih' pada mereka yang mencoba peduli.

"Gordy is gone, man. I'll be outside" (said ranger to pilot)

Bicara atas nama sendiri, maka saya lebih baik menerima pertolongan, sesalah apapun pertolongan itu, seburuk apapun hasilnya, saya menghargai mereka yang mau meluangkan waktu tenaga pikiran perasaan dan segala yang mereka investasikan untuk saya. Sama halnya  ketika saya tau seseorang berkata tidak sebenarnya, menutupi banyak hal atas pertimbangan apapun, sekarang saya memilih untuk tidak menyerangnya. Berbohong bukan hal yang mudah bagi orang normal yang masih memiliki moral. Maka ketika berbohong itu menjadi pilihan, biarkan, the truth will lies itself.

****

Leave no man behind. Teman tidak akan meninggalkan seseorang yang disebut teman. Teman tidak akan menjatuhkan seseorang yang disebut teman. Teman yang baik adalah teman yang selalu ada, bukan hanya ada saat dibutuhkan, atau saat diminta.

"I have two delta sniper, Shughart and Gordon, volunteering to secure crash site two"
"No, super 62, negative that request. Can't risk another bird"
"We don't see anything moving down there. We don't even know if anyone's alive"
"Do what you can from air"

(next couple minutes)

"I want to make sure that you understand what you're asking, so say it out loud"
"We're asking to go in and set up a perimeter until ground support alive"
"You realize that I cannot tell you when that might be, it could be take a while. You still want to go in there?"
"Yes, Sir"

Menolong yang positif itu tidak perlu mengenal siapa yang ditolong. Menolong dengan ikhlas tanpa berpikir apakah itu akan merugikan atau menguntungkan dirinya. Menolong yang ikhlas tidak semudah saya menuliskannya disini, karena sisi egois saya jauh lebih besar dari apa yang saya bayangkan.

Sisi egois saya menuntut semua berjalan sesuai dengan harapan saya, bekerja menurut aturan saya. Egoisme yang memangkas habis kepekaan pada orang yang telah begitu banyak menginvestasikan dirinya untuk memenuhi harapan dan permintaan saya, lalu atas dasar apa saya berani menuntut hal yang lebih besar pada orang itu ketika ketulusan saja tidak sempat saya tawarkan?

*****

I was talking to Blackburn the other day, and he asked me "What changed? Why are we going home?" and I said "Nothing." That's not true either; I think everything's changed. 

We all make mistakes, that's why we still have to learn a lot in life about what we've got, what we're not, and who exactly we are so we can make a little positive change in ourselves. We included me and also you.

No comments:

Post a Comment