Monday, April 1, 2013

pikiran yang beranak pinak itu

kemarin di twitter ada tulisan begini :


keinginan untuk tidak memikirkan sesuatu membuktikan kuatnya pikiran itu bersemayam diri mu... (dan seberapa lemahnya diri mu tidak mampu mengendalikan pikiran sendiri)


yang di dalam kurung itu menurut saya sendiri. kenapa? masih ingat soal mengalahkan perasaan, mengalahkan pikiran, dan mengalahkan diri sendiri

saya setuju bahwa setiap orang harus bisa mengalahkan pikiran-pikirannya sendiri karena pikiran-pikiran itulah yang sebenarnya musuh kita untuk menjadi orang yang lebih besar. ini termasuk pikiran tentang hal-hal yang dikhawatirkan dan pikiran yang tiba-tiba beranak pinak yang biasanya bersumber dari masalah yang lagi kita hadapi.

menurut saya sendiri, kekhawatiran, kecemasan, ketakutan akan hal-hal yang kasat mata seharusnya lebih mudah dilawan, misalnya masalah tugas kuliah, kerjaan. gak ada cara lain selain dikerjain sampai selasai, salah ya diperbaiki, kurang ya ditambahin, pokonya maju terus!

nah jadi lebih ribet ketika masalah yang dihadapi adalah manusia. segala pertanyaan apa kenapa gimana kok bisa beserta segala asumsi kalo begini begitu beranak pinak di otak. mungkin ini yang diistilahkan galau. tapi saya sendiri kalau sedang begini rasanya pengen muntahin otak aja.

CARA NGALAHINNYA GIMANAAAA???

dengan gak usah mikirin? dengan mengalihkan pikiran yang lain? pasti banyak yang menjawab dengan makan lalu tidur (karena saya juga sering begitu walaupun gak bener2 tidur, curhat).
tapi apa iya semua yang dipikiran itu selesai? apa jangan-jangan itu cuma bisikan setan, konspirasi zionis, dsb? --,)

saya jadi ingat salah satu scene di film House. di dalam scene itu ada House beserta 4 orang anggota timnya di ruang diskusi mereka. House mengatakan bahwa setiap orang punya 'boneka'nya masing-masing tempat mereka 'bermain' ketika situasi dan kondisi tidak baik berpihak. House menyebutkan bahwa X (pasien mereka) menjadikan Tuhan sebagai 'boneka' sehingga ia memilih menjadi biarawati setelah beberapa tahun yang lalu anak asuhnya meninggal ketika bermain bersamanya. begitu juga anggota timnya, House menyebutkan satu persatu ada yang 'bermain' dengan anak yang sebenernya tidak diketahui apakah anak itu darah daging sendiri atau bukan, 'bermain' dengan komunitas sosial, juga 'bermain' dengan dunia malam tidur dengan wanita yang berbeda setiap malamnya sebagai kompensasi karena rasa patah hati yang dialaminya. iya, kompensasi sehingga jelas 'boneka' bisa berarti positif dan negatif tergantung kontrol diri individu itu sendiri.

menurut saya apa yang dikonsepkan House tentang 'boneka' masuk diakal, jadi apa bisa ditarik kesimpulan bahwa cara mengalahkan pikiran adalah dengan berbuat sesuatu, bergerak? berkarya, salah satunya.


menambahkan dengan apa yang saya dengar dari seorang teman dan apa yang pernah dikatakan oleh tamu di Kick Andy :
gak semua hal bisa dinalar dan dijelaskan dengan logika. jangan juga memaksa semuanya harus bisa dijawab dengan logika. bagian yang gak bisa kita lakuin, itu bagian Tuhan. bahkan sebenarnya Tuhan ada di setiap saat, gak pernah memalingkan pandanganNya dari kita, bahkan kedippun nggak. jadi segala hal yang ada di otak, di hati, Tuhan pasti tau. dan pertolongan Tuhan itu dekat.


jadi ketika pikiran lagi beranak pinak, ambil waktu untuk ngobrol sama Tuhan, curhat, kalo bisa diajak diskusi. tanya Tuhan punya rencana apa sih sebenernya? siapa tau Tuhan mau ngasih bocoran. makanya deketin terus Tuhan.

tapi ya sebenarnya apapun pilihan yang kita ambil (baca: kita pasti harus mengambil sikap) entah itu menanyakan langsung ke manusia yang bersangkutan atau mengubah energi yang dipake buat mikir ke dalam bentuk karya, itu semua pasti ada risiko.

kalo kita diem aja, maksudnya ngalah sama pikiran kayak gitu energinya bisa abis sendiri, capek sendiri, manusia yang disana juga gak tau.

ayo bangun dan tentukan sikap, selamat menjadi manusia yang besar!

No comments:

Post a Comment