Thursday, June 6, 2013

semoga bisa memberi pencerahan

Hanum dan Naya adalah dua orang pemikir. Hanum suka ngobrol sama Naya, ya karena lebih banyak menggunakan logika. 

Hanum dan Naya juga sama-sama pinter. Ikut organisasi. Orang bilang, orang cerdas itu kelihatan dari cara mereka bicara, menyampaikan pendapat. Itu yang dirasain Naya tiap bertukar pikiran sama Hanum, baik perihal penting maupun gak penting-penting amat.

Suatu hari Hanum bingung. Merasa gak punya prestasi, gak pernah ikut kompetisi. Apalagi menang penghargaan. 

"Ini kolom Achivement, Honors, Awards diisi apa coba, kosong. Baru sadar sejenis gak pernah ngapa-ngapain selama kuliah.."

Naya ada di sebelahnya.

"Jadi ada cerita begini. Temen aku waktu interview kerja juga ditanya hal yang sama. 'Prestasi kamu selama kuliah apa?. Nggak ada, pak. Yakin, masa gak ada? Kalau waktu SMA? Apa ya pak, paling lomba juara X. Itu aja, gak ada yang lain? Iya, pak. Kamu tahu, semua yang sudah kamu lakukan sampai sekarang kamu bisa interview dengan saya itu prestasi. IPK kamu, skripsi kamu, kamu bisa lulus sarjana itu prestasi. Tidak melulu berkaitan dengan kompetisi. Tapi prestasi itu juga bagaimana kamu menilai dan menghargai diri kamu sendiri. Banyak orang gagal karena menilai rendah apa yang sudah diri sendiri capai.' 

Itu pengalaman temen aku, semoga bisa memberi pencerahan sama kayak waktu aku denger cerita ini."

No comments:

Post a Comment