Kalau tulisan di bawah ini akan bertemakan "DO PEOPLE CHANGE?", masih berminat membacanya kah?
Aku sendiri sekarang berusaha tidak peduli apakah orang berubah atau tidak, berubah ataupun tidak mereka, maksudku kita, tetap manusia, hidup dan mati. Tapi sebesar aku berusaha tidak peduli, sebesar itu pula, aku sebenarnya aku peduli.
Aku agaknya tersedak begitu menyadari pertidakubahan diri sendiri dan bagaimana sesuatu yg tidak berubah itu terjadi. Mungkin semua itu, kuncinya ada di menerima dan memaafkan diri sendiri. Menuliskannya saja yang mudah, tapi melakukannya dan mengevaluasi sudah sampai level atau tahap mana penerimaan dan pemaafannya itu yang aku bingung. Maksudku, bisa saja kan aku merasa aku sudah lupa kejadian tidak menyenangkan itu, tapi apa aku sudah benar-benar lupa, menerima, dan memaafkannya, apa indikatornya kalau sudah dan belum. Lalu harus mengambil langkah seperti apa. Ah aku tidak paham itu.
Aku pun agaknya kenyang, ketika orang-orang di sekitar aku berubah ataupun tidak berubah. Mungkin lebih tepatnya, aku kenyang kalau orang-orang tidak bersikap atau bertingkah laku seperti apa yang aku perkirakan. Dan ujung-ujungnya akan kembali ke point diawal di atas tadi, kecewanya akhirnya pada diri sendiri. Kenapa? Ya begitulah..
Tulisan jadi membingungkan ya.. Hahaha..
Ya intinya, jangan suka bohong, kenapa juga mesti bohong dulu baru kalau uda kepepet ngomong yang jujur atau mulai ngomong yang muter-muter, gak make sense. Sejenis orang kuat yang yakin banget nyawanya masih banyak kali ya?
House, kan jadinya bener lagi, the truth begins with lie.
Makin gak singkron antara judul, awal, dan akhirannya... Hahahahaa..
No comments:
Post a Comment