Aku lupa itu persisnya aku lagi telpon ke siapa dan dimana.
Tapi satu cuplikan ini bikin aku gak akan lupa buat seterusnya...
Saya resign dari pekerjaan yang sebelumnya karena istri saya dipindahkan tugasnya ke kota X.
Saya berpikir bahwa pada usia seperti saya, laki-laki masih jauh lebih mudah mendapatkan kerja dibanding perempuan. Karena alasan itulah, saya memutuskan untuk mengalah dan ikut pindah bersama istri saya ke kota ini. Sekarang sudah beberapa bulan saya disini, saya belum dapat pekerjaan. Istri saya masih bekerja di kantornya.
Aku sendiri gak ngerti kebetulan macam apa yang coba Allah kasih ke aku.
Tapi laki-laki itu besar hati sekali, itu yang terlintas dipikiran ku saat aku masih mendengarnya di telepon.
***
Hari ini pun hari yang biasa, arisan keluarga di resto di mall daerah Sudirman
Sepulang dari sana, tante aku minta tolong untuk dibayarkan billnya di sebuah resto di mall daerah Senayan
Tante aku benar-benar lupa membayar bill makanannya, mungkin karena sanking paniknya ketika anak satu-satunya tiba-tiba terserang struk ringan di saat akan menyuap sendok pertamanya
Pendek cerita, anak tante aku, atau sepupu ku segera dibawa ke rumah sakit dibantu oleh pihak management mall, meninggalkan mobilnya yang hingga seminggu masih terparkir di dalam mall
Intinya bill makanan yang sama sekali belum sempatnya dimakan harus dibayar
Lalu aku kesana, bertiga dengan ibu dan bapak
Mencari restoran di maksud dan ternyata restoran tersebut bisa dikategorikan high class
Begitu kami bertemu dengan duty manager, ia menjelaskan seperti ini..
Bill yang menjadi tagihan dari Ibu X sudah ada yang membayar pada saat itu juga
Jadi saat itu situasi disini memang jadi sedikit ramai, beberapa crew kami juga panik dan berusaha membantu Ibu. Dan rupanya di antara tamu kami, tepatnya ada tiga orang, yang setelah Ibu X membawa anaknya ke RS, mereka menawarkan diri untuk membayar tagihan dari Ibu X. Dari tiga orang tersebut ada satu yang paling memaksakan diri supaya ia yang membayar saja.
Kami hanya sempat merecord namanya dari kartu kreditnya. Bapak Y. Akan tetapi begitu kami minta data lengkapnya, ybs keberatan. Beliau ikhlas membantu Ibu X.
Berapa total tagihannya?
Rp. 4xxxxx ,-
Ya Allah... Aku bisa berkata apa. Sampai aku menuliskan ini pun, rasanya aku masih ingin menangis haru.
Ya Allah, ciptaan mu sungguh baik sekali. Bahwa semua orang pada dasarnya baik, aku masih percaya.
Dan Bapak Y itu salah satu bukti kebesaranMu.
Kalau sekarang aku bertanya begini, seandainya kamu, berada di situasi seperti Bapak Y, masih mau kah kamu melakukan yang seperti Bapak Y itu lakukan?
Kamu, iya kamu...
***
Mungkin setiap hari akan jadi hari yang biasa saja
Tapi yang kamu, dan kita, tidak pernah sadari bahwa setiap detiknya adalah sebuah peta besar yang saling berkaitan. Seperti yang Tere Liye bilang bahwa hidup manusia adalah sebuah sebab-akibat.
Wooaaaaa... pas baca ini langsung entah kenapa nyesek mbak.. hahahaha. Lgsg cerita ke ibuku, kita matanya jd kaya berkaca-kaca gt.. msh ada toh.. orang kaya gt :')
ReplyDeleteBaca2 blog ini *sori aku kepo :p* bikin kepikian banyak hal, dan salah satunya aku pengen ngobrol panjang lebar sm mbak, hahaha :'D