Hari kemarin bisa jadi satu moment refleksi buat saya, dan mungkin buat kita semua. Di atas semua permasalahan pribadi yang kita miliki, kekecewaan kita dengan keluarga, teman, dan juga diri sendiri, saya mungkin luput akan hal-hal sederhana seperti ini.
Banyak saudara-saudara saya di luar sana yang hidupnya jauh lebih susah sekarang. Jangankan untuk merasakan akses internet yang bisa kita nikmati setiap saat, mereka masih kebingungan makanan apa yang bisa mereka santap untuk esok sahur dan juga berbuka, dan itu terjadi setiap hari. Untuk kebutuhan yang paling esensial untuk hidup saja mereka tidak terjamin, lalu kesedihan macam apa yang saya pertahankan berlama-lama?
Saya mungkin belum diberi kesempatan untuk memperoleh pekerjaan di kantoran, tapi saya bisa memberikan kesempatan bagi saudara-saudara saya untuk sekedar mengisi perut mereka, bertahan hidup-hidup dari ke hari-hari. Saya berpikir bahwa akan selalu ada banyak cara, tidak melulu dengan uang sekian ratus ribu, terkadang kita sendiri yang mempersempit pilihan-pilihan itu dengan alasan-alasan klasik.
Malam itu ramai sekali di lini masa orang-orang yang mencoba menyentuh dan menggerakan hati orang lain untuk saling membantu sebuah panti asuhan dan panti jompo di daerah Jember, Jawa Timur, hingga yang tak terkira dalam satu malam terkumpul dana hingga 3 juta untuk disalurkan ke yang bersangkutan. Luar biasa! Percaya saya, di luar sana masih banyak orang baik! Moment itulah yang menginspirasi saya, bahwa diluar kesedihan yang kita tangisi atas diri sendiri, masih banyak orang-orang yang butuh tenaga kita dan mau suruh mereka tunggu berapa lama?
Setidaknya itu manusiawi jika suatu saat kita kecewa ada orang yang meminta makan, namun pergi ketika kita bilang "tunggu sebentar saya sedang masak untuk kamu" dan berlalu begitu saja kita tawarkan makanan yang telah kita persiapkan. Saya sudah pernah melalui kejadian seperti ini, berulang kali, hingga akhirnya saya percaya "Tak apalah, orang itu pasti sudah mendapatkan apa yang dia butuhkan, dan setidaknya saya orang yang dia andalkan pertama kali. Lain kali saya harus memasak lebih cepat". Iya, selalu ada introspeksi yang saya tinggalkan untuk diri sendiri.
Dan saya juga tidak bermaksud menyepelekan masalah yang sedang masing-masing kita sendiri, apalagi meminta kalian untuk berdamai dengan diri sendiri, hebat sekali saya. Tapi yang selalu saya lakukan, coba cari ruang di hati mu, ruang sempit juga tak apa, untuk kamu isi dengan cahaya baru. Sekali waktu saya merasa seperti terpaksa, terdesak, dan menipu diri sendiri, tetapi kebahagiaan dan ketenangan yang bisa saya rasakan setelahnya, tidak tergantikan. Saya, kamu, kita pasti bisa melakukan banyak hal untuk menyalakan lilin-lilin di hati kita masing-masing.
Kita tidak perlu mencari kebaikan di tempat lain, yang hanya akan mengacau dan menipu hati. Kita harus selalu melihat ke dalam hati kita sendiri, melihat apakah ia sudah dalam keadaan baik atau tidak. Semua orang memiliki sebuah hari dan setiap hati memiliki kualitas terlatih atau tidak terlatih. Jadi pergunakanlah kemampuan Anda untuk menganalisa perbedaan, untuk mengamati hati, rasa kesadaran ini tepat berada di sini, dalam diri Anda sendiri- Ajaan Suwat
**
Kita bisa membantu yayasan "Mambaul Hidayah" yang terletak di Jember, Jawa Timur dengan cara:
1. Donasikan dana melalui BCA Balung Jember a.n. Haidar Raditia Al-Maliki 8910298926
2. Kumpulkan koin-koin di rumah bersama teman, saudara, lalu serahkan kepada Abah Dymas
3. Bagian berita ke teman-teman melalui akun sosial media
4. Do'a kan semoga adik-adik disana bisa memdapat bantuan
Berita lengkap mengenai project funding untuk yayasan "Mambaul Hidayah" bisa dibaca disini yang ditulis oleh Shei Latiefah
No comments:
Post a Comment