Mandita, anak perempuan ku tersayang..
Maaf lebaran kali ini ayah masih tidak bisa pulang. Kau pasti tahu, setiap hari selalu ada satu dua pekerja yang datang kemari mengatakan ingin pulang, tapi kali ini jumlahnya satu dua ratus. Ayah yang tidak tahu apa kamu masih menungguku apa tidak.
Anakku, hari ini ayah bertemu dengan seorang gadis, usianya tidak jauh berbeda dengan mu. "Saya ingin pulang, pak" katanya. "Saya tidak percaya dengan laki-laki yang ada di sini ini. Saya ingin pulang, meyakinkan diri saya bahwa saya masih memiliki satu lelaki yang tidak akan meninggalkan saya. Bapak saya."
Lalu ayah teringat pada mu, nak. Ketika matamu sembab, suaramu parau, ayah ingin sekali memelukmu erat, anak ayah satu-satunya. Tetapi kali itu tanganmu malah menggenggam erat tangan pria muda itu, lalu kamu rebahkan kepalamu di bahunya. Aku melihatmu tersenyum. Semoga kamu bahagia dengan dia, nak.
Jika saja kamu lupa, tangan ayah selalu terbuka untukmu, Mandita, sampai kapan pun.
***
Ditulis untuk project bulan Agustus dari @NitaSellya #100kata8
No comments:
Post a Comment