Saturday, August 1, 2015

The way I know you

Let me know you but only ever at a distance.
Let me know you from our convo at 10 PM until we fell a sleep

Let me know you easily, without any real effort.
Or let me know you the way Allah guide me to


Nggak ada satu alasan pasti yang membuat pertanyaan atau pernyataan paling absurb sekalipun, sehingga semuanya menurut aku perlu aku sampaikan. 

Menurut kamu kenapa aku bisa tiba-tiba tau atau tiba-tiba tanya?

Karena aku selalu minta ke Allah supaya hati aku gak mati, supaya aku gak buta sama jalan yang Allah tunjukin. Kamu tau kan kalau feeling kamu bilang ada sesuatu terjadi, walaupun itu diluar kuasa kamu untuk tau apa yang terjadi? 

Jadi kenapa kamu perlu bohong lagi? Kamu mungkin pembohong terbaik dan terburuk sekaligus.

Aku kehabisan daya untuk merangkai ulang semua cerita yang sepotong demi sepotong kamu sampaikan. Mencari dimana garis merahnya. Lalu aku pikir buat apa, kamu tetap pembohong. Aku bisa catat setiap perkataan kamu lalu aku genggam sebagai kebenaran, aku pun masih bisa catat hingga setiap perkataan mu kini aku anggap bualan semata

Mungkin aku, kamu, kita semua gak sadar, bahwa kadang gelas yang kita selalu bawa dalam hidup j ini kondisinya sudah luber. Jadi akan banyak akibat yang bisa muncul kalau gelas itu kita suguhkan ke hadapan orang lain yang menjadi tamu dalam hidup kita. Setidaknya jangan pernah tanya kenapa orang itu kecewa bajunya kebasahan karena tumpahan air dari gelas kita. 

Kedua, yang juga kadang kita gak sadar, ketika orang lain itu bermaksud menampung limpahan air dari gelas kita, mungkin kita juga yang terlalu sayang untuk membagi isinya. Jadi sekarang kamu tetap diam disitu atau melengos pergi begitu saja merasa menyesal menenteng gelas itu dihadapanku bersikap seolah-olah duta air minum?

Ketiga, yang lebih parah, kita lupa bahwa orang itu juga punya gelasnya sendiri. Setiap orang datang membawa gelasnya masing-masing. Yang sayangnya kita entah tidak tau atau tidak mau tau apakah gelasnya kosong, setengah, atau jangan-jangan juga sama lubernya. Kamu ada dimana saat gelas ku luber? Oh iya, aku lupa, mungkin sedang sibuk mengurus gelasmu sendiri dulu, yang lain nanti saja ya.

Aku akan jadi sama egoisnya kalau bilang kamu egois.
Tapi aku akan jadi sama pembohongnya, kalau bilang aku masih mau ingat sedikit saja hal baik dari mu.
Aku, hampir pasti, tidak ingin mengingat sedikitpun.

|Pembicaraan pribadi @ 2:30 dini hari


*http://www.iwrotethisforyou.me/2015/07/the-way-i-know-you.html

No comments:

Post a Comment