Sunday, July 10, 2016

Legowo; Letting Go; Yaudahlah

Hosh! Agak berat rasanya untuk kembali menulis personal life disini, setelah beberapa bulan mencoba menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda. HAHA! Apa memangnya berbeda?

Well, I can say I did it so much better this time!

Seiring berjalannya usia, seharusnya paralel dengan tingkat kedewasaan manusia. Tingkat kedewasaan itu menurut ku terlihat dari cara kita menyelesaikan masalah. Ada yang menyelesaikan masalah selalu dengan gaya yang sama, ada yang berubah karena berbagai alasan, misal desakan, tuntutan, yang terakhir insight. Insight mungkin bisa disebut "hidayah" yang datangnya dari manusia.

I've been there at the low point of life questioning everything to Allah SWT. 
And I've learned it the hard way

Dulu, pasti pernah satu fase dalam hidup kita, dimana semua emosi langsung serta merta kita ungkapkan. Dengan dalil "yah dari pada disimpen sendiri bikin sakit", dan akhirnya menjelma menjadi perkataan-perkataan kasar, perbuatan yang tidak etis, atau yang paling sering terjadi curcol galau mewarnai di media sosial kita, twitter, facebook, dan status BBM.


Sekian tahun berlalu dari masa-masa itu, aku aja rasanya malu untuk membaca lagi curcol-curcol lebay yang pernah ku buat. Mostly sih masalah pergebetan, percintaan dan sejenisnya, Masalah yang dulu terasa berat, kini jadi terlihat sebenarnya-sepele-tapi-ditanggapi-berlebihan. Yah setidaknya masa itu sudah lewat. Ketika SMA, aku kita yang galau karena gebetan, masa kuliah galau dengan PHP, yaa masalah yang booming pada jamannya. Malu kan kan kalau sampai kita mengulangi kesalahan yang sama dan respon yang juga sama. Ya kayak gak naik kelas gitu.. *palm face* 

Masalah apapun, dikembalikan saja ke Sang Maha Pengatur

Klise. Tapi tidak semudah mengucapkannya. Kalimat yang nggak aku sangka bakal ngena banget buat ku, Waktu itu diajak ketemuan dengan senior-senior ku di kampus. Tanpa tau mau ngomongin apa, yang penting ketemu aja, walaupun jauh.

Salah satu senior ku dan juga teman yang lain ku akhirnya banyak cerita soal hal-hal "menakjubkan" yang beberapa waktu lalu menghadang mereka(eaaaa...). Dari satu hal ke hal lainnya, gak cuma soal jodoh tapi perihal keluarga pun, mereka sedikit bercerita bagaimana usaha yang dia upayakan untuk bisa survive. Minimal gak gila.

Dan sampai negara api datang menyerang aku hehehe~.Tapi sungguh aku anaknya lebay kalau soal kepercayaan. Long story short, instead of blaming others people, I blamed my self so much. Makanya kalimat tadi di atas aku sebut-sebut terus dalam hati. Sampai aku kabur ke Semarang, yang niatnya mau naik paragliding sekalian katarsis, malah jadinya ngedengerin tausyiah kehidupan temen deket kuliah ku. Alhamdulillah aku gak (jadi) gila,

Ada satu momen yang aku inget banget, atau mungkin ini yang disebut pengalaman spiritual (?). Kadang dihati sudah mulai memaafkan tapi kadang otak ini belum mau melepaskan, terlalu banyak worry, takut, bingung, gak berhenti nanya kenapa begini atau begitu. Entah gimana insight ke sekian aku baca sendiri di halaman-halaman terakhir novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Mengapa Tuhan justru mengambil kebahagiaan dari orang-orang yang baik? Itulah bentuk keadilan langit yang tidak akan kita pahami secara sempurna. Beribu wajhanya berjuta bentuknya. Hanya ada satu cara untuk bekenalan dengan bentuk-bentuknya. Selalulah berprasangka baik.
Dan aku nangis kejer baca kalimat-kalimat itu. Yah itulah cara Allah ngasi pencerahan melalu sekeliling ku, walaupun cuma tulisan random yang ku baca. Sampai rasanya aku seolah bicara dengan diri ku sendiri "Yaudahlah pasti ada caranya, pasti ada jalannya. Allah pasti punya rencana yang lebih baik. Percaya aja".

"Yaudahlah" itu menjadi powerfull word, bukan pasrah gitu aja tanpa usaha. Bukan gak berperasaan, gak boleh sedih atau nangis, gak boleh marah atau kecewa. Tapi melepaskan ekspektasi pribadi dan menukarnya dengan keyakinan bahwa pasti ada yang lebih baik.

So, kalau mungin akan ada yang bertanya, "kalau satu kali lagi kamu harus terjatuh, apa yang kira-kira akan terjadi?". Aku akan jawab "Tapi ku baik-baik saja" kemudian nyanyi bareng Mba Maia :D

Have a good day :D






No comments:

Post a Comment